DESA KARINDANGAN
Assalamualaikum
sahabat
Ternyata
sudah lama sekali aku tidak menyapa, tak tanggung-tanggug ternyata sudah
memasuki 2 tahun. Wawww….
Tahu
kenapa? Yaa, karena terakhir kali aku
menulis hatiku sedang rapuh bray, week. makanya tulisan terakhir yang aku
tinggalkan itu isinya tentang patah hati. Tapi gak, apa-apa aku sudah move on
dari kondisi itu dan aku pun berhijrah kembali ke desa ku. Dengan suasana baru,orang-orang
baru,hati yang baru,eh lembaran baru tapi hati lama.hmmmm mungkin nanti bisa dibahas
dilain waktu untuk hal ini, kali ini ada hal yang perlu dibahas
Okay,dimulai
dari pertemuanku dengan sahabat penaku sewaktu aku dibangku sekolah menengah pertama,minggu
itu kami pun berencana berkunjung kesuatu tempat.tempat ini masih baru dan segar
namun letaknya bukanlah dipinggiran jalan lintas,kita harus melalui perjalanan yang
lumayan untuk mencapainya.perjalanan yang kami tempuh cukup melelahkan harus melaui
sebuah jalan yang membuatku menjadi berbedak tebal alias debu
Oke
kita langsung aja mulai perjalanannya yaa…sebelumnya pastikan kamu mengendara
kendaraan dan yang paling penting kamu sudah mengisi tengki minyak secara penuh, letak
tempat itu ada diprovinsi Jambi kabupaten Tanjung Jabung Barat kecamatan Betara
desa Pematang Buluh dusun Pematang Payung RT02.jika hendak kesana dan kita berasal
dari arah Jambi kalian cukup cari simpang 4 Betara 10,nah kalian tinggal kearah
kiri deh sekitar 4km jauh perjalanannya,kalian akan melewati jalan bebatuan, perkebunan,
dan sensesi abu debu dari kendaraan-kendaraan yang lewat,oleh sebab itu jangan
lupa kenakan jaket, helm, dan masker yaaa.
Kalian
nanti akan melewati pedesaan,nah itulah desa pematang buluh. Sebelum sampai dijembatan
r
Rawa Karindangan kalian terlebih dahulu akan melewati Pemandian Air Panas,tak terlalu jauh kok dari Jembatan Rawa Karindangan.
Rawa Karindangan kalian terlebih dahulu akan melewati Pemandian Air Panas,tak terlalu jauh kok dari Jembatan Rawa Karindangan.
Kabarnya,jembatan
ini awalnya dibangun pada bulan agustus 2018 yang lalu,dinamakan Jembatan Rawa Karindangan,kenapa
ya?entahlah,yang ku tahu Karindangan itu berasal dari bahasa Banjar yang artinya
rindu,mungkin agar pengunjung selalu datang kali yaa,sekali datang langsung karindangan
alias rindu dan mau datang lagi dan lagi hihihi…
Jembatan
ini cukup panjang dan memiliki 2 cabang, sayangnya waku aku kesana aku lupa bawa
meteran sehingga aku tak dapat memberikan bukti autentik pada kalian mengenai
panjang jembatan tersebut. Pertama kali aku kesana dulu masih dalam tahap
penyelesaian,karena waktu kesana masih sangat – sangat baru dibangun,
pengunjung pun belum seberapa ramai,masuk pun masih gratis
Tapi
kali ini jembatannya sudah ceria sudah menampakkan warnanya, dan kalau mau
masuk pn kalian cukup membayar tiket Rp 2.000,00 untuk dewasa dan Rp 1.000,-
untuk anak-anak.
Tidak
hanya baground selfie yang bagus yang dapat kalian nikmati disini tapi kalian
bisa menikmati aroma alam yang hijau, selain itu kalian juga bisa menyewa
perahu untuk berkeliling disekitar area perairannya,biasanya banyak anak-anak
desa yang mandi berenang disana. Main perahunya pas airnya pasang yaa kalau pas
lagi surut kan gak bisa
Nah,
jadi kalau mau ketempat ini pastikan batrai handphone atau kameramu full yaa,
kan sangat sayang jika kamu melewatkan beberapa moment yang harusnya
diabadikan. Jangan lupa ajak teman,sahabat,keluarga , dan orang-orang tersayangmu yaa buat
berkunjung kesini.
Sampai
jumpa di cerita berikutnya yaaaaaaaaaa……………






Comments
Post a Comment